Kisah Mistis Pergerakan Sang Ratu Tikus di Areal Pesawahan
Seorang petani di daerah Purbalingga, Jawa Tengah, sebut saja mbah Nano mengisahkan sebuah cerita berbau mistis tentang adanya pergerakan ghaib sang Ratu tikus bersama ribuan anak buahnya di areal pesawahan yang membuat dirinya takjub, merinding, sekaligus membuat penasaran dan tanda tanya besar. Kejadiannya sudah cukup lama, sekitar tahun 70-an.
Begini ceritanya.
Kala malam telah larut, mbah Nano masih berada di areal pesawahannya seluas 2800 m². Tanah sawah yang ditanami padi sudah hampir seluruhnya menguning. Kondisi padi yang sudah menguning tersebut pastinya sangat di sukai oleh hewan-hewan, seperti burung yang operasinya pada siang hari, dan pasukan tikus pada malam harinya.
Malam itu langit cukup cerah dihiasi cahaya rembulan. Angin berhembus sepoi-sepoi mendinginkan suasana malam. Tiba-tiba saja, angin di pesawahan berhembus agak kencang membuat tanaman padi di sekitarnya menari-nari sempoyongan. Terlihat ribuan bayangan hitam muncul, berlari dan berterbangan dari kejauhan, mendekat bersama kencangnya angin yang menyibak tanaman padi.
Mbah Nano sangat terkejut menyaksikan sebuah kejadian langka dan berujar didalam batinnya, "Demi Tuhan, janganlah kau ganggu tanamanku, karena itu sumber penghidupan kami sekeluarga." Pandangan mbah Nano tertuju pada sosok-sosok bayangan hitam, yang ternyata adalah pasukan tikus dengan pemimpinnya, sang Ratu tikus. Posisinya, sang pemimpin terbang di atas pasukannya yang berlari mengiringi. Terlihat wajah sang Ratu tikus yang terpapar cahaya bulan sangatlah cantik, namun bentuk mulutnya adalah moncong tikus. Ternyata pasukan tikus tersebut tidak berhenti untuk berpesta pora gurihnya padi yang menguning, tapi hanya lewat saja. Entah mereka pada mau pergi kemana. Angin kencang mereda setelah pasukan tikus tersebut melewati areal pesawahan. Mbah Nano pun pulang dengan membawa rasa penuh tanda tanya.
Keesokan harinya, mbah Nano kembali ke sawahnya dan mendapati pemandangan sawah di luar perkiraannya. Tanaman padi yang berada di lahan sebelah, milik tetangga, kebanyakan roboh, dan miliknya alhamdulillah hanya sedikit yang roboh. Artinya masih diberikan perlindungan dan keselamatan dari Yang Maha Kuasa. Mungkin ini akibat dari adanya sapuan angin pergerakan pasukan tikus semalam yang mencapai ribuan jumlahnya. Wallahu A'lam.
Keesokan harinya, mbah Nano kembali ke sawahnya dan mendapati pemandangan sawah di luar perkiraannya. Tanaman padi yang berada di lahan sebelah, milik tetangga, kebanyakan roboh, dan miliknya alhamdulillah hanya sedikit yang roboh. Artinya masih diberikan perlindungan dan keselamatan dari Yang Maha Kuasa. Mungkin ini akibat dari adanya sapuan angin pergerakan pasukan tikus semalam yang mencapai ribuan jumlahnya. Wallahu A'lam.
Gambaran sawah yang tersapu angin

Comments
Post a Comment